Misteri Segitiga Bennington: Hutan yang Menelan Pendaki Tanpa Jejak

GEJOLAKNEWS - Hutan bisa menjadi tempat paling menenangkan. Ia menawarkan kedamaian, udara segar, dan pemandangan menakjubkan. Tapi ada hutan yang berbeda, ia menyimpan rahasia kelam. Hutan ini menelan orang tanpa jejak, lalu diam seribu bahasa.

Inilah kisah Segitiga Bennington. Sebuah julukan menakutkan bagi wilayah di selatan Vermont, Amerika Serikat. Antara tahun 1945 hingga 1950, lima orang hilang secara misterius di sana. Mereka lenyap begitu saja, seolah ditarik ke dimensi lain.

Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari Pixabay

Tidak ada mayat ditemukan. Tidak ada petunjuk jelas yang tertinggal. Hanya misteri yang semakin dalam, menakuti para pendaki dan penduduk lokal. Apa sebenarnya yang terjadi di sana?

Hutan di Bennington memang terkenal lebat. Medannya terjal, pegunungan ditutupi pepohonan tua. Suasananya sering berkabut, menambah kesan angker. Namun, kasus-kasus hilangnya orang ini melampaui sekadar tersesat biasa.

Jejak Hilang di Hutan Vermont

Kasus-kasus yang Menggemparkan

Kasus pertama terjadi pada 12 November 1945. Seorang veteran Perang Dunia II, Middie Rivers, hilang di hutan. Ia sedang berburu bersama empat orang lainnya. Middie adalah pemburu berpengalaman, ia sangat mengenal daerah itu.

Dia terpencar dari kelompoknya, berjalan mendahului. Lalu, dia tidak pernah kembali. Pencarian besar-besaran dilakukan, melibatkan ratusan orang. Mereka menemukan satu peluru senapan, bukan milik Middie. Tapi tidak ada jejak Middie sama sekali. Ia lenyap ditelan hutan.

Setahun kemudian, tepatnya 1 Desember 1946, seorang mahasiswi bernama Paula Jean Welden menghilang. Ia adalah mahasiswi Bennington College, berusia 18 tahun. Paula memutuskan untuk mendaki Long Trail.

Dia berangkat sendirian, hanya memakai celana jins dan jaket. Paula sempat terlihat oleh beberapa saksi mata di jalur pendakian. Seorang koki juga bersaksi melihatnya di jalan setapak. Tapi setelah itu, Paula hilang tanpa jejak.

Pencarian yang sangat masif dilakukan. Ayahnya seorang insinyur kimia yang terkenal. Ia bahkan menyewa detektif swasta. Selama berminggu-minggu, semua sudut hutan disisir. Tetapi hasilnya nihil, Paula tetap tidak ditemukan.

Lalu pada 1 Desember 1949, James E. Tetford menghilang dengan cara yang lebih aneh. Pria pensiunan berusia 68 tahun itu naik bus. Ia menuju Bennington dari St. Albans. Dia berniat mengunjungi kerabatnya. Saksi-saksi di bus melihatnya, tertidur di tempat duduknya.

Ketika bus tiba di pemberhentian terakhir di Bennington, Tetford sudah tidak ada. Tasnya masih tertinggal di bagasi. Uangnya masih ada di dompetnya. Tidak ada yang melihatnya turun, ia seperti menguap begitu saja. Hilangnya Tetford membuat kepala polisi pusing.

Pada 12 Oktober 1950, giliran Frieda Langer yang hilang. Perempuan berusia 53 tahun ini sedang mendaki bersama sepupunya. Mereka mendaki dekat Sommers Mansion. Frieda terpeleset dan jatuh ke sungai. Ia meminta sepupunya menunggu, ia akan kembali ke perkemahan untuk berganti pakaian kering.

Frieda pergi ke arah yang berlawanan. Namun, dia tidak pernah tiba di perkemahan. Pencarian segera dimulai, di lokasi yang sudah dicari sebelumnya. Lima bulan kemudian, pada Mei 1951, mayat Frieda ditemukan. Lokasinya hanya beberapa mil dari tempat dia menghilang.

Anehnya, mayatnya ditemukan di area yang sudah berulang kali disisir. Bahkan area itu juga sudah kering. Bagaimana mungkin mayatnya tidak ditemukan selama berbulan-bulan? Misteri ini tak pernah terpecahkan.

Terakhir, pada 28 Oktober 1950, seorang anak laki-laki berusia delapan tahun menghilang. Namanya Paul Jepson. Dia ikut ibunya yang sedang memberi makan babi. Sang ibu meninggalkan Paul sebentar untuk urusan lain. Ketika kembali, Paul sudah tidak ada.

Anjing pelacak mencoba mencari jejaknya. Anjing itu mengikuti jejak Paul, tapi berhenti di suatu titik. Seolah Paul lenyap begitu saja dari sana. Paul Jepson tidak pernah ditemukan. Lima orang, lima cerita hilang yang membingungkan.

Pola Aneh yang Muncul

Kasus-kasus ini memiliki beberapa pola yang aneh. Semua terjadi dalam rentang waktu yang singkat, antara 1945-1950. Mereka hilang di sekitar wilayah Segitiga Bennington. Tidak ada mayat yang ditemukan, kecuali Frieda Langer, yang ditemukan di lokasi aneh.

Tidak ada saksi mata yang jelas tentang hilangnya mereka. Tidak ada tanda-tanda perlawanan atau kejahatan. Beberapa pihak menduga cuaca buruk atau medan yang sulit. Namun, hilangnya Tetford di dalam bus jauh lebih misterius.

Menguak Tirai Misteri

Teori-teori yang Beredar Luas

Banyak teori muncul untuk menjelaskan misteri ini. Beberapa orang percaya pada fenomena paranormal. Ada yang menyebut UFO atau alien, makhluk asing yang menculik manusia. Lainnya bicara tentang Bigfoot atau "makhluk bayangan" yang menghuni hutan.

Teori lain menyalahkan kondisi alam. Hutan di Vermont memang punya banyak gua dan celah tersembunyi. Mungkin ada jebakan alam yang memakan korban. Ada pula yang menduga adanya pembunuh berantai. Namun, tidak pernah ada bukti yang mengarah ke sana.

Legenda penduduk asli, Suku Abenaki, juga diceritakan. Mereka menyebut area Gunung Glastenbury sebagai "tanah terlarang". Mereka percaya area itu dikutuk, atau dihuni oleh batu pemakan manusia. Ini adalah tempat yang mereka hindari.

Keheningan Hutan yang Menyesakkan

Sampai hari ini, misteri Segitiga Bennington tetap menjadi teka-teki. Tidak ada jawaban pasti yang bisa memuaskan. Hutan di sekitar Gunung Glastenbury tetap berdiri kokoh. Ia menyimpan rahasia-rahasia kelamnya.

Kasus-kasus ini menjadi pengingat. Alam bisa sangat indah, namun juga sangat berbahaya. Ia bisa mengambil apa saja, kapan saja. Para pendaki selalu diingatkan untuk berhati-hati. Jangan pernah meremehkan kekuatan alam.

Misteri ini juga menunjukkan kerentanan manusia. Kita pikir kita menguasai segalanya. Tapi di hadapan hutan, kita hanyalah setitik debu. Segitiga Bennington terus menjadi cerita seram. Kisah tentang orang-orang yang lenyap, tanpa jejak, dalam keheningan hutan.



#SegitigaBennington #MisteriHilang #HutanVermont

LihatTutupKomentar
Cancel