Juventus vs Galatasaray: Misi Mustahil Si Nyonya Tua di Kandang Sendiri, Mampukah Cetak Sejarah?

GEJOLAKNEWS - Juventus berhadapan dengan Galatasaray di leg kedua play-off fase gugur Liga Champions. Pertandingan ini krusial bagi kedua tim. Juventus wajib meraih kemenangan besar di kandang sendiri, Allianz Stadium. Mereka tertinggal agregat 2-5 dari leg pertama di Istanbul. Tugas ini jelas sangat berat, bahkan hampir mustahil.

Misi Berat Juventus di Kandang Sendiri

Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari Pixabay

Juventus memikul beban kekalahan telak 2-5 dari leg pertama. Mereka harus membalikkan keadaan dengan selisih minimal tiga gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Jika ingin lolos langsung, mereka butuh kemenangan empat gol. Sejarah mencatat, momen seperti ini jarang terjadi di Liga Champions. Juventus sendiri sedang dalam tren negatif, menelan empat kekalahan dari lima laga terakhir.

Tren Menurun dan Beban Sejarah

Performa Juventus belakangan ini memang mengkhawatirkan. Kekalahan dari Como di Serie A menambah daftar panjang hasil buruk. Situasi ini semakin menambah tekanan bagi para pemain. Beban sejarah juga menghantui, karena Juventus belum pernah membalikkan keadaan setelah kalah telak di leg pertama fase gugur.

Pemain Kunci yang Diragukan

Krisis pemain juga melanda Juventus. Mereka harus bermain tanpa Juan Cabal dan Andrea Cambiaso yang terkena skorsing. Absennya Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik di lini depan membuat daya serang semakin tumpul. Kabar baiknya, Gleison Bremer dan Kenan Yildiz dikabarkan sudah kembali berlatih. Kehadiran mereka bisa menjadi suntikan moral, namun belum ada jaminan bisa tampil maksimal.

Harapan Tipis Galatasaray dan Rekor Tandang Buruk

Galatasaray datang ke Turin dengan kepercayaan diri tinggi. Keunggulan agregat 5-2 membuat mereka selangkah lebih dekat ke babak 16 besar. Ini adalah kesempatan pertama mereka lolos sejak musim 2013/14. Namun, rekor tandang mereka ke Italia tidaklah bagus.

Sejarah Pertemuan di Italia

Galatasaray belum pernah meraih kemenangan dalam 13 laga tandang melawan tim Italia di kompetisi Eropa. Mereka mencatat enam hasil imbang dan tujuh kekalahan. Persentase kekalahan tandang mereka mencapai 71% dalam sejarah Liga Champions.

Ancaman di Kandang Sendiri

Meskipun memiliki rekor tandang yang buruk, Galatasaray tetap berbahaya. Mereka punya catatan kemenangan terbesar di Liga Champions saat mengalahkan Juventus 5-2 di leg pertama. Pertandingan ini akan menjadi ujian mental bagi kedua tim, terutama bagi Galatasaray yang harus memperbaiki performa tandang mereka. Luciano Spalletti, pelatih Juventus, meminta anak asuhnya tampil solid dan kompak untuk memberikan perlawanan terbaik.



#Juventus #Galatasaray #LigaChampions

LihatTutupKomentar
Cancel