GEJOLAKNEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) akan segera merilis sejumlah data ekonomi penting pekan ini. Salah satunya adalah data inflasi bulanan untuk Januari 2026. Data ini akan menjadi sorotan utama para pelaku pasar dan pembuat kebijakan. Laporan terbaru menunjukkan bahwa inflasi year-on-year (y-on-y) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Perkembangan Inflasi
| Gambar dari Pixabay |
Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 adalah 0,64 persen. Sementara itu, inflasi year-to-date (y-to-d) juga tercatat 2,92 persen pada bulan yang sama. Inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 berada di angka 2,38 persen, dengan inflasi m-to-m sebesar 0,20 persen. Angka-angka ini memberikan gambaran pergerakan harga barang dan jasa di Indonesia.
#### Inflasi Provinsi dan Kabupaten/Kota
Inflasi y-on-y tertinggi pada Desember 2025 terjadi di Provinsi Aceh sebesar 6,71 persen. Sementara itu, inflasi terendah berada di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 1,23 persen. Di tingkat kabupaten/kota, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 10,84 persen. Angka ini menunjukkan variasi tekanan inflasi di berbagai daerah di Indonesia.
Data Ekonomi Strategis Lainnya
Selain inflasi, BPS juga akan merilis data ekonomi strategis lainnya. Ini termasuk perkembangan nilai tukar petani (NTP) dan indeks harga produsen untuk Januari 2026. Data ini penting untuk memantau kesejahteraan petani dan pergerakan harga di tingkat produsen.
#### Kinerja Sektor Jasa dan Perdagangan
Untuk sektor jasa dan perdagangan internasional, BPS akan memaparkan data pariwisata nasional, transportasi, serta kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Desember 2025. Perkembangan ini memberikan gambaran tentang aktivitas ekonomi di sektor-sektor krusial tersebut. Sektor jasa pendidikan menunjukkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59 persen (YoY) pada triwulan III 2025, didorong oleh dimulainya tahun ajaran baru.
#### Produksi Pangan dan Komoditas
Data produksi pangan juga akan dirilis, mencakup luas panen dan produksi padi serta jagung pada Desember 2025. Informasi ini krusial untuk ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, sektor pertambangan mengalami kontraksi 1,98 persen (YoY) pada triwulan III 2025, sebagian besar disebabkan penurunan ekspor batu bara. Ekonomi Indonesia secara keseluruhan diproyeksikan mencapai target pertumbuhan 5,2% untuk tahun 2025.
#Inflasi #BadanPusatStatistik #EkonomiIndonesia
