GEJOLAKNEWS - Dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren melemah dalam beberapa waktu terakhir. Mata uang Paman Sam ini bahkan menyentuh level terendahnya dalam empat bulan. Pelemahan ini terjadi di tengah spekulasi koordinasi antara otoritas AS dan Jepang untuk mendukung mata uang yen. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar.
Melemahnya dolar AS bukan tanpa sebab. Spekulasi tentang koordinasi kebijakan antara Amerika Serikat dan Jepang untuk menstabilkan yen menjadi salah satu pemicu utama. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk menahan spekulasi setelah yen sempat jatuh ke level terendah dalam 18 bulan. Koordinasi ini memberikan otoritas kedua negara kekuatan lebih besar untuk mengendalikan pasar.
| Gambar dari Pixabay |
Dampak Pelemahan Dolar AS
Pelemahan dolar AS membawa dampak yang cukup signifikan. Salah satunya adalah menguatnya mata uang lain terhadap dolar. Yen Jepang menjadi salah satu yang merasakan manfaatnya, menguat ke level tertinggi dalam dua bulan. Hal ini menciptakan volatilitas di pasar valuta asing.
Saham-saham global juga turut bereaksi. Indeks S&P 500 mengalami koreksi tipis. Sementara itu, harga emas batangan di pasar spot melesat menembus level US$5.000 per troy ounce. Perak pun ikut melonjak tajam. Pergerakan ini menunjukkan bahwa aset safe-haven seperti emas kini semakin menarik di tengah ketidakpastian global.
Analisis Pasar
Peluang Investasi Emas
Harga emas yang terus menanjak menjadi sinyal positif bagi para investor emas. Tren pelemahan dolar AS seringkali berkorelasi positif dengan kenaikan harga emas. Ini karena emas dianggap sebagai aset yang aman untuk menyimpan nilai kekayaan di saat mata uang fiat melemah.
Peluang ini bisa dimanfaatkan oleh investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka. Namun, perlu diingat bahwa pasar komoditas selalu memiliki risiko. Analisis yang cermat dan pemahaman yang mendalam tentang tren pasar sangat diperlukan sebelum mengambil keputusan investasi.
Pandangan Terhadap Rupiah
Sementara dolar AS melemah, Rupiah Indonesia justru menunjukkan performa yang membaik. Data terbaru menunjukkan bahwa nilai tukar USD/IDR berada di kisaran Rp16.689,56. Kurs transaksi Bank Indonesia (BI) pada 28 Januari 2026 tercatat berada di level Rp16.695,10 untuk kurs jual dan Rp16.862,90 untuk kurs beli.
Meskipun ada fluktuasi harian, tren penguatan rupiah terhadap dolar AS memberikan sentimen positif bagi perekonomian Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 tercatat surplus sebesar US$2,66 miliar, yang turut menopang ekonomi.
#DolarAS #RupiahIndonesia #Emas
