GEJOLAKNEWS - Langit Jakarta kembali menangis. Hujan deras mengguyur sejak semalam, membuat sejumlah kawasan Ibu Kota terendam banjir pagi ini, Senin (13/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul 08.00 WIB, sebanyak 22 rukun tetangga (RT) dan 5 ruas jalan tergenang air. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 hingga 35 sentimeter.
Warga di Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi yang paling terdampak. Di Jakarta Barat, banjir menggenangi 9 RT di Kelurahan Tegal Alur dan Kedoya Selatan. Ketinggian air mencapai 30-35 cm. Sementara itu, di Jakarta Utara, 13 RT di enam kelurahan juga terendam. Air setinggi 10-35 cm menggenangi kawasan Kalibaru, Semper Barat, Sukapura, Lagoa, Tanjung Priok, dan Warakas. Lima ruas jalan yang tergenang adalah Jalan Kampung Bahari, Jalan Gunung Sahari, Jalan RE Martadinata, Jalan Syech Nawawi Al Bantani, dan Jalan Muara Baru.
| Gambar dari Pixabay |
Penyebab Banjir Jakarta
Hujan lebat hingga ekstrem menjadi biang keroknya. Curah hujan yang mengguyur Jakarta pada Senin (12/1/2026) tercatat lebih dari 150 milimeter per hari. Angka ini melebihi kapasitas daya tampung infrastruktur pengendalian banjir skala mikro dan makro yang dirancang untuk 100-150 mm per hari. Luapan kali juga turut memperparah kondisi.
Luapan Kali Krukut dan Kali Cidurian
BPBD DKI Jakarta menyebut, luapan Kali Krukut menjadi salah satu penyebab utama banjir di Jakarta Selatan. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai 80 cm, seperti di Kelurahan Pondok Labu. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi di hulu. Di sisi lain, luapan Sungai Cidurian juga dilaporkan merendam 222 Kepala Keluarga di Tangerang.
Curah Hujan Tinggi di Hulu
Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu, seperti di Bogor, juga berkontribusi signifikan terhadap banjir di Jakarta. Luapan Sungai Ciliwung, misalnya, diketahui menyumbang 40% penyebab banjir di Jakarta. Hal ini menggarisbawahi pentingnya normalisasi sungai dan pengelolaan daerah aliran sungai yang lebih baik.
Dampak Banjir dan Upaya Penanganan
Banjir kali ini memaksa ribuan warga mengungsi. Di Jakarta Barat, 130 jiwa mengungsi di rusun dan 23 jiwa di RPTRA Alur Anggrek. Sementara itu, di Jakarta Utara, 625 warga Semper Barat mengungsi ke Rusun Embrio. Total, 1.137 warga harus meninggalkan rumah mereka sementara waktu.
Operasi Modifikasi Cuaca
Menghadapi situasi ini, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya melakukan penanganan. Salah satunya adalah dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 31 miliar untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir di masa mendatang.
Normalisasi dan Perbaikan Infrastruktur
Selain OMC, upaya lain yang dilakukan adalah normalisasi saluran air dan perbaikan infrastruktur. Pengerukan sedimen lumpur di Kali Sepak, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, terus berjalan optimal. Perbaikan turap yang rusak juga menjadi prioritas, menindaklanjuti aspirasi warga.
#BanjirJakarta #BPBDDKI #PengungsiBanjir
