Ermanto Usman Tewas Tragis: Aktivis Vokal Bongkar Dugaan Korupsi Rp4,8 T, Istri Kritis

GEJOLAKNEWS - Ermanto Usman, seorang pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan aktivis yang dikenal vokal, ditemukan tewas di rumahnya di Jatibening, Bekasi. Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, menjelang waktu sahur. Ia ditemukan oleh anak bungsunya dalam kondisi bersimbah darah, sementara istrinya, Pasmilawati, ditemukan dalam keadaan kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Ermanto Usman (65) bukan sekadar pensiunan biasa. Semasa aktif bekerja, ia adalah mantan ketua serikat pekerja JICT dan dikenal gigih memperjuangkan hak-hak buruh. Setelah pensiun, ia tetap aktif sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT. Ia juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi yang berani menyuarakan dugaan korupsi dalam pengelolaan pelabuhan, bahkan mengungkap potensi kerugian negara mencapai Rp4,08 triliun.

Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari Pixabay

Latar Belakang Vokal Ermanto Usman

Sejak lama, Ermanto Usman telah menyuarakan kritik terhadap kerja sama antara Pelindo dengan Hutchinson Port Holdings (HPH). Ia pernah muncul dalam sebuah podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Desember 2025, di mana ia memaparkan bukti dugaan korupsi dan penyimpangan dalam perpanjangan kontrak JICT. Dalam paparannya, Ermanto menyebut adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp4,08 triliun akibat perpanjangan kontrak tersebut. Ia bahkan mendesak reformasi Pelindo, audit menyeluruh, dan pengusutan tuntas kasus korupsi demi kedaulatan ekonomi negara.

Dugaan Perampokan atau Pembunuhan Berencana?

Penemuan Ermanto dan istrinya yang bersimbah darah menimbulkan pertanyaan mengenai motif di balik peristiwa tersebut. Meskipun ada indikasi awal perampokan, keluarga korban dan beberapa pihak menduga ini adalah pembunuhan berencana. Salah satu alasannya adalah tidak ditemukannya tanda-tanda perampokan yang signifikan, seperti brankas yang tetap aman dan beberapa barang berharga lainnya yang utuh. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku dan motif sebenarnya.

Peran Penting dalam Mengungkap Korupsi

Banyak pihak yang mengakui peran penting Ermanto Usman dalam membongkar dugaan korupsi di sektor pelabuhan. Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR RI, menyatakan bahwa Ermanto adalah sosok kunci dalam perjuangan mengungkap dugaan korupsi besar yang melibatkan kerugian negara hingga triliunan rupiah. Ia juga sempat mengalami PHK terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino, namun keputusan tersebut dibatalkan. Kasus yang diungkap Ermanto ini bahkan mendorong DPR membentuk Panitia Khusus Angket Pelindo II.

Penyelidikan Polisi dan Dukungan Publik

Kasus tewasnya Ermanto Usman saat ini ditangani oleh Subdit Resmob dan Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, bekerja sama dengan Polres Metro Bekasi Kota. Fokus utama polisi adalah mengumpulkan fakta, mengungkap pelaku, dan melakukan penangkapan. Komisi XIII DPR RI juga mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke aktor intelektualnya. Keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke LPSK dan berharap dalang di balik pembunuhan ini segera terungkap.

Tuntutan Keadilan dan Keberanian Ermanto

Keberanian Ermanto Usman dalam menyuarakan kebenaran, meskipun berisiko, patut diapresiasi. Kasusnya menimbulkan keprihatinan publik dan menjadi pengingat akan pentingnya perjuangan melawan korupsi. Perjuangan Ermanto menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak takut bersuara demi kebenaran dan keadilan. Ia dikenang sebagai pejuang pelabuhan yang gugur dalam perjuangannya.



#ErmantoUsman #KorupsiJICT #AktivisBuruh

LihatTutupKomentar
Cancel