Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 2024: Simak Tanggal Pasti dan Metode Hisabnya!

GEJOLAKNEWS - Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut bulan suci Ramadan. Di Indonesia, penentuan awal puasa seringkali menjadi perhatian. Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar, telah menetapkan tanggal pasti dimulainya ibadah puasa tahun 1445 Hijriah. Penetapan ini penting bagi jutaan pengikutnya untuk mempersiapkan diri.

Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal. Metode ini mengandalkan perhitungan astronomis untuk menentukan posisi bulan. Perhitungan ini fokus pada peredaran benda langit, yaitu bulan, bumi, dan matahari. Kriteria wujudul hilal berarti bulan sudah dianggap ada atau terlihat ketika matahari terbenam, bahkan jika ketinggiannya minim. Penetapan ini didasarkan pada hasil ijtimak (konjungsi bulan dan matahari) yang terjadi sebelum terbenamnya matahari.
Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari Pixabay

Tanggal Pasti Awal Puasa

Berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024, 1 Ramadan 1445 Hijriah ditetapkan jatuh pada Senin, 11 Maret 2024. Penetapan ini telah disampaikan melalui konferensi pers pada 20 Januari 2024. Hal ini berbeda dengan perkiraan pemerintah yang mungkin menggunakan metode berbeda. Pemerintah biasanya akan menggelar sidang isbat untuk menentukan tanggal pasti.

Perbedaan Metode, Persatuan Tetap Utama

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan pentingnya menjaga persatuan umat. Beliau menyatakan bahwa perbedaan dalam metode penentuan awal puasa adalah hal yang lumrah terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, umat diimbau untuk saling menghargai perbedaan tersebut. Fokus utama adalah menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan dan kesadaran.

Mengapa Ada Perbedaan?

Perbedaan penetapan awal puasa seringkali disebabkan oleh perbedaan kriteria. Muhammadiyah menggunakan kriteria wujudul hilal, di mana bulan sudah dianggap ada jika posisinya di atas ufuk saat matahari terbenam. Sementara itu, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) mungkin menggunakan kriteria lain, seperti kriteria MABIMS yang mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat. Perbedaan ini adalah hal yang wajar dalam dinamika penentuan kalender Islam.

#Muhammadiyah #AwalPuasa #Ramadan2024

LihatTutupKomentar
Cancel