Forex Update: Yuan Menguat, Dolar AS Lesu Jelang Data Inflasi Penting

GEJOLAKNEWS - Pasar keuangan global bergerak dinamis hari ini. Mata uang Tiongkok, yuan, mencatatkan penguatan signifikan. Yuan Tiongkok melampaui angka psikologis 6,90 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya dalam 33 bulan terakhir. Penguatan ini didorong oleh permintaan perusahaan yang tinggi menjelang Tahun Baru Imlek. Sentimen terhadap aset Tiongkok juga terpantau menguat.

Sementara itu, dolar AS menunjukkan pelemahan. Kondisi ini terjadi di tengah sentimen yang beragam menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat yang krusial. Data klaim pengangguran mingguan di AS menunjukkan sedikit penurunan. Angka klaim awal mingguan tercatat 227.000, turun 5.000 dari pekan sebelumnya. Namun, rata-rata empat pekan justru naik.

Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari Pixabay

Pasar Global Bergejolak

Pergerakan pasar forex hari ini menunjukkan adanya konsolidasi. Data pekerjaan AS yang dirilis sebelumnya sempat memicu volatilitas. Namun, sentimen pasar kini lebih tenang. Investor menanti data inflasi AS yang akan dirilis besok. Data ini sangat dinantikan karena dapat memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Yuan Tiongkok Menguat

Permintaan korporasi yang tinggi menjelang libur Tahun Baru Imlek menjadi salah satu pendorong utama penguatan yuan. Perusahaan-perusahaan membutuhkan yuan untuk transaksi bisnis mereka. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap mata uang Tiongkok. Yuan Tiongkok kini diperdagangkan pada level terkuatnya sejak Mei 2023.

Dolar AS Menunggu Data Inflasi

Dolar AS bergerak hati-hati. Investor mencoba mencerna data ekonomi terbaru. Data klaim pengangguran mingguan AS memang menunjukkan sedikit perbaikan. Namun, kekhawatiran mengenai inflasi masih membayangi. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis besok menjadi fokus utama. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Emas Bergerak Sideways

Harga emas juga terpantau bergerak datar. Emas diperdagangkan di bawah level $5.100 per ons troi. Penguatan dolar AS yang tertahan dan imbal hasil obligasi AS yang menurun memberikan sedikit dukungan. Namun, ketidakpastian arah dolar AS menahan kenaikan harga emas lebih lanjut. Pasar menunggu petunjuk lebih lanjut dari data inflasi AS.

Euro dan Pound Bergerak Variatif

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak di sekitar 1,1880. Dolar AS yang bergerak tertahan memberikan sedikit ruang bagi euro. Namun, euro belum mampu menembus level 1,1900 secara meyakinkan. Di sisi lain, GBP/USD menunjukkan penguatan moderat. Cable, sebutan untuk pasangan GBP/USD, mencoba bangkit dari pelemahan pekan ini. Data ekonomi Inggris yang kurang memuaskan masih membebani laju pound.



#Forex #MataUangTiongkok #DolarAS

LihatTutupKomentar
Cancel