Adaptasi 'Wuthering Heights' 2026: Kisah Cinta Gelap, Sensual, dan Brutal ala Emerald Fennell

GEJOLAKNEWS - Film terbaru adaptasi novel klasik Emily Brontë, "Wuthering Heights", siap menggemparkan layar lebar pada Februari 2026. Sutradara Emerald Fennell, yang dikenal dengan karya provokatif seperti "Promising Young Woman" dan "Saltburn", menjanjikan sebuah interpretasi yang jauh berbeda dari adaptasi sebelumnya. Film ini digambarkan tidak akan menjadi drama periode tradisional, melainkan sebuah eksplorasi kisah cinta yang gelap, sensual, dan brutal.

Margot Robbie dan Jacob Elordi didapuk sebagai pemeran utama, Catherine Earnshaw dan Heathcliff. Mereka dipercaya membawakan karakter ikonik ini dengan nuansa baru yang lebih emosional dan relevan bagi penonton masa kini. Elordi sendiri menyatakan bahwa interpretasi Fennell menangkap semangat asli Brontë melalui lensa modern. Ia menambahkan, Fennell menggali apa yang terjadi di bawah teks asli novel tersebut.

Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari Pixabay

Berbeda dari estetika film sejarah yang biasanya indah, "Wuthering Heights" versi ini menawarkan atmosfer yang lebih mentah dan alami. Lingkungan syuting sengaja diciptakan untuk menghidupkan dunia yang ganjil. Mulai dari gerbang besar yang ternoda darah babi hingga pohon merah yang absurd di latar belakang, semuanya dirancang untuk menciptakan pengalaman yang viseral. Margot Robbie, yang juga bertindak sebagai produser, menegaskan tujuan film ini adalah menghidupkan kembali perasaan emosional yang intens.

Interpretasi Berani Fennell

Sensualitas dan Obsesi

Film ini tidak hanya berfokus pada kisah cinta, tetapi juga menyelami sisi gelap dari hasrat yang bisa menjadi racun. "Wuthering Heights" versi Fennell menjanjikan narasi yang lebih liar, sensual, dan obsesif. Cinta dalam film ini digambarkan bukan sebagai sesuatu yang romantis, melainkan sesuatu yang menelan, menguasai, dan menghancurkan diri sendiri.

Sentuhan Modern dan Kontemporer

Emerald Fennell membawa visinya sendiri ke dalam adaptasi ini. Ia ingin menciptakan kembali perasaan yang ia rasakan saat membaca novel tersebut di usia 14 tahun. Pendekatan Fennell lebih kontemporer, mentah, dan tidak kompromistis. Tujuannya adalah untuk mengajak penonton masuk ke dalam cerita dengan cara yang segar.

Tantangan dan Kontroversi

Perubahan dari Novel

Adaptasi ini mengambil kebebasan besar dari novel aslinya. Bahkan, film ini dikabarkan membuang separuh kedua novel dan mengambil banyak kebebasan pada bagian lainnya. Hal ini membuat film ini sangat berbeda dari novelnya, lebih eksplisit dan sadar akan tubuh. Namun, sebagai sebuah adaptasi, ini adalah tafsir yang berani.

Kontroversi Casting

Keputusan untuk memerankan Heathcliff yang dalam novel digambarkan memiliki kulit gelap dan mirip "gipsy" dengan aktor berkulit putih seperti Jacob Elordi menuai kontroversi. Fennell membela keputusannya dengan menyatakan bahwa Elordi "terlihat persis seperti ilustrasi Heathcliff di buku pertama yang saya baca."

Film ini dijadwalkan rilis di Amerika Serikat dan Inggris pada 13 Februari 2026, bertepatan dengan hari Valentine. Dengan deretan kru terbaik dan visi sutradara yang kuat, "Wuthering Heights" diprediksi akan menjadi tontonan layar lebar yang megah, menarik bagi penggemar sastra klasik maupun audiens baru yang mencari kisah cinta yang intens dan penuh gejolak.



#WutheringHeights #FilmAdaptasi #EmeraldFennell

LihatTutupKomentar
Cancel