Tendangan Brutal Hilmi Gimnastiar Hentikan Karier Sepak Bola Seumur Hidup, Ini Kronologinya!

GEJOLAKNEWS - Kasus kekerasan di lapangan hijau kembali mencuat. Kali ini menimpa Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain sepak bola yang dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup. Keputusan ini diambil Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Timur. Sanksi berat ini dijatuhkan atas perbuatannya yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI.

Aksi Kekerasan yang Menggemparkan

Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari Pixabay

Kronologi Kejadian

Insiden ini terjadi pada pertandingan Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur. Tepatnya pada babak 32 besar Grup CC, antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung. Pertandingan digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, pada Senin (5/1/2026). Hilmi Gimnastiar melakukan tendangan keras ke dada Firman Nugraha Ardhiansyah, pemain Perseta.

Dampak Sanksi

Tendangan brutal itu mengakibatkan Firman mengalami luka parah pada bagian dada. Berdasarkan pemeriksaan medis, tulang rusuk Firman dipastikan retak. Akibat perbuatannya, Hilmi tidak hanya dipecat dari klubnya, PS Putra Jaya, tetapi juga mendapat hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup dari Asprov PSSI Jawa Timur. Selain itu, ia juga didenda Rp2,5 juta.

Konsekuensi dan Pandangan

Penegakan Aturan

Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, menyatakan bahwa tindakan menendang pemain lawan hingga cedera parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat. Perbuatan ini jelas melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI. Keputusan ini diambil untuk memberikan efek jera dan pembelajaran bagi seluruh pemain agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Tanggapan Pihak Terkait

Manajemen PS Putra Jaya langsung memecat Hilmi sesaat setelah video aksinya viral. Mereka juga meminta maaf atas insiden tersebut. Pihak Askab PSSI Tulungagung mendukung sanksi larangan bermain seumur hidup, namun menyayangkan nominal denda yang dianggap terlalu ringan. Komdis PSSI berharap keputusan ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh insan sepak bola di Jawa Timur untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan pemain. Sepak bola adalah permainan, bukan ajang kekerasan.

#HilmiGimnastiar #SanksiSepakBola #Liga4Jatim

LihatTutupKomentar
Cancel