Mosul Bangkit dari Abu: Harapan Baru, Teror Lama Menghantui Kota yang Hancur

GEJOLAKNEWS - Mosul, kota yang pernah menjadi benteng ISIS, kini perlahan bangkit dari puing-puing kehancuran. Harapan baru mulai terasa, namun bayang-bayang teror masa lalu masih menghantui. Kehancuran yang ditimbulkan oleh pertempuran sengit antara pasukan Irak dan ISIS, serta serangan udara koalisi, meninggalkan luka mendalam. Ribuan nyawa melayang, bangunan rata dengan tanah, dan jutaan orang terpaksa mengungsi. Namun, semangat pantang menyerah warga Mosul kini mendorong pembangunan kembali kota ini.

Kebangkitan dari Abu

Gambar Ilustrasi Artikel
Gambar dari Pixabay

Al-Nuri, Simbol Rekonstruksi

Masjid Al-Nuri, yang pernah menjadi simbol kekuasaan ISIS, kini menjadi lambang kebangkitan Mosul. Bangunan bersejarah ini, yang rusak parah akibat pertempuran, kini direstorasi dengan dukungan internasional. Proyek Revive the Spirit of Mosul yang digagas UNESCO menjadi motor penggerak revitalisasi kota, menargetkan pemulihan tidak hanya bangunan bersejarah, tetapi juga semangat warga Mosul.

Ekonomi Mulai Bergerak

Bandara Internasional Mosul, yang pernah porak-poranda dihancurkan oleh teroris ISIS, kini kembali beroperasi. Penerbangan langsung ke Arab Saudi untuk jemaah Umrah dan Haji mulai dibuka, menandai langkah signifikan dalam mengaktifkan kembali bandara dan mempermudah mobilitas warga. Hal ini menjadi angin segar bagi perekonomian kota yang sempat terhenti total.

Tantangan yang Masih Ada

Ancaman Lingkungan dan Infrastruktur

Meskipun pembangunan terus berjalan, Mosul masih menghadapi tantangan besar. Bekas-bekas pertempuran meninggalkan kerusakan lingkungan yang parah, termasuk sumur minyak yang dibakar dan tumpahan bahan kimia berbahaya. Selain itu, integritas Bendungan Mosul yang rapuh juga menjadi ancaman laten, dengan potensi banjir dahsyat yang dapat menenggelamkan jutaan orang jika terjadi kegagalan struktural.

Kenangan Pahit dan Trauma

Di balik optimisme kebangkitan, trauma masa lalu masih membayangi warga Mosul. Insiden tragis seperti serangan udara yang memakan banyak korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Kenangan pahit ini menjadi pengingat betapa mahal harga yang harus dibayar untuk sebuah kedamaian.



#Mosul #Irak #PembangunanKembali

LihatTutupKomentar
Cancel