GEJOLAKNEWS - Indonesia kembali membuat kejutan di jagat sepak bola. Hari ini, teka-teki pelatih baru Timnas Indonesia akhirnya terjawab sudah. PSSI secara resmi mengumumkan nama John Herdman sebagai juru taktik baru Skuad Garuda. Pria Inggris ini datang membawa rekam jejak yang fenomenal, sekaligus misteri yang belum tuntas.
Keputusan ini bukan sekadar pergantian pelatih biasa. PSSI tidak main-main memilihnya, menunjuk seseorang yang pernah menjadi satu-satunya pelatih di dunia yang mampu membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Ini adalah pertaruhan besar, sebuah langkah yang disebut PSSI sebagai "dimulainya era baru sepak bola nasional." Kita semua tahu, sepak bola kita butuh energi baru, butuh mental juara, dan Herdman datang dengan reputasi itu.
| Gambar dari Pixabay |
Herdman, Sang Pembuat Sejarah di Utara
Rekam jejaknya bersama Timnas Kanada memang luar biasa, bahkan seperti dongeng yang jadi nyata. Dia mengubah tim putri Kanada dari tim yang hancur di Piala Dunia 2011 menjadi peraih dua medali perunggu Olimpiade berturut-turut, yaitu pada 2012 dan 2016. Inilah bukti konkret tangan dinginnya dalam membangun fondasi.
Arsitek Kejayaan Kanada
Setelah sukses dengan tim putri, Herdman mengambil alih tim putra Kanada yang sudah 36 tahun puasa tampil di Piala Dunia. Ia berhasil membawa mereka ke Piala Dunia Qatar 2022, sebuah momen sejarah yang diukir dengan tinta emas. Peringkat FIFA Kanada melonjak drastis, dari posisi 77 ke 33 dunia. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari filosofi dan semangat yang ditanamkannya.Pelatih dengan Kontroversi Bayangan
Namun, perjalanan Herdman tidak mulus tanpa kerikil. Jauh sebelum mendarat di Jakarta, ia baru saja mengundurkan diri dari Toronto FC di tengah pusaran skandal 'drone-spying' di Kanada. Kasus ini bahkan sudah menelan korban, salah satunya pelatih timnas wanita Kanada, Bev Priestman. Keputusan mundur dari klubnya itu disebut sebagai upaya untuk tidak menjadi "batu sandungan" yang terus menghalangi. PSSI tampaknya berani mengambil risiko, berharap kontroversi ini hanya menjadi catatan kaki, bukan inti dari kepemimpinannya di Indonesia.Tantangan dan Mimpi Besar di Tanah Garuda
Indonesia, dengan peringkat FIFA saat ini yang masih jauh dari harapan (sekitar 122), adalah tantangan yang sama sekali berbeda dari Kanada. Herdman bukan sekadar dituntut melatih, ia juga harus memimpin tim U-23 untuk menyambungkan pengembangan pemain muda ke tim senior. Tugasnya sangat padat, mulai dari FIFA Match Day Maret 2026 hingga Piala AFF.
Target Jangka Pendek: Panggung Asia
PSSI telah menetapkan target yang sangat ambisius, minimal mencapai perempat final Piala Asia 2027. Ini adalah ujian pertama yang tidak bisa ditawar. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series pada Maret 2026, sebuah ajang yang akan menjadi panggung debutnya. Harapan publik sudah pasti membubung tinggi, terutama setelah keberhasilan program naturalisasi yang telah memperkuat skuad.Misi Utama: Lolos Piala Dunia
Mimpi yang paling besar, yang membuat seluruh negeri menahan napas, tentu saja adalah Piala Dunia. Herdman, dengan rekam jejak membawa Kanada ke Qatar 2022, kini di pundaknya terpikul harapan untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026 atau 2030. Ia akan disambut bak dewa jika berhasil mewujudkan mimpi itu. Namun, kita harus ingat, jalan ke sana sangat terjal. Kita pernah kalah telak 5-1 dari Iraq dan Australia di kualifikasi. Tugas Herdman adalah mengubah kekalahan itu menjadi mentalitas pemenang. Ini bukan hanya tentang taktik, tapi tentang menyuntikkan nyali baru ke dalam jiwa pemain Garuda.#JohnHerdman #TimnasIndonesia #PSSI
