GEJOLAKNEWS - Pernahkah Anda merasa hampa setelah scrolling medsos? Melihat teman liburan, kolega promosi, atau kenalan pamer pencapaian terbaru. Tiba-tiba hidup Anda terasa biasa saja, bahkan kurang berharga. Ini bukan perasaan asing, melainkan "Fear of Missing Out" atau FOMO.
Fenomena ini menjebak kita dalam lingkaran perbandingan tak berujung. Kita terus-menerus membandingkan hidup kita dengan versi sempurna yang ditampilkan orang lain. Padahal, seringkali itu hanya ilusi.
| Gambar dari Pixabay |
Dampak FOMO tidak main-main. Bisa memicu kecemasan, depresi, dan perasaan tidak puas. Kita jadi sulit menikmati momen saat ini.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa kita mudah terjebak FOMO. Lebih penting lagi, bagaimana cara efektif melepaskan diri dari belenggu perbandingan di media sosial. Mari kita mulai.
Mengapa Kita Terjebak FOMO?
Ilusi Kesempurnaan di Medsos
Media sosial adalah panggung sandiwara yang megah. Setiap orang berusaha menampilkan peran terbaiknya. Mereka pamer liburan mewah, makanan gourmet, atau momen romantis yang diatur sempurna. Gambar-gambar itu sudah melewati berbagai filter.
Sangat jarang ada yang menunjukkan kegagalan, perjuangan, atau hari-hari biasa yang membosankan. Kita disuguhi highlight reel, bukan realitas utuh. Ini menciptakan standar hidup yang sangat tidak realistis.
Tanpa sadar, kita membandingkan "behind the scenes" kehidupan kita. Kita membandingkan dapur berantakan atau pekerjaan monoton. Kita bandingkan dengan "highlight reel" orang lain yang serba gemerlap. Tentu saja hasilnya selalu terasa kurang.
Perasaan itu menumpuk setiap kali kita membuka aplikasi. Semakin lama, semakin kuat rasa tidak puas itu. Kita jadi merasa ada yang salah dengan diri kita.
Otak Kita dan Perbandingan Sosial
Manusia secara alami adalah makhluk sosial. Kita punya kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Ini adalah cara otak kita menilai posisi sosial.
Namun, media sosial telah memperkuat tendensi ini secara eksponensif. Dulu, kita hanya membandingkan dengan tetangga atau teman sekolah. Sekarang, kita membandingkan dengan ribuan, bahkan jutaan orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang.
Setiap "like" atau "komentar" positif memicu pelepasan dopamin di otak. Ini adalah hormon yang menimbulkan rasa senang. Otak kita kemudian mengasosiasikan media sosial dengan perasaan positif itu.
Kita jadi terus mencari validasi eksternal. Kita mengejar jumlah "like" dan "follower". Semakin banyak validasi, semakin kita merasa berharga. Ketika tidak tercapai, rasa cemas dan FOMO pun muncul.
Langkah Nyata Mengatasi Perbandingan di Medsos
Batasi Paparan dan Seleksi Konten
Langkah pertama adalah mengakui masalahnya. Sadari berapa banyak waktu Anda habiskan di media sosial. Periksa fitur "screen time" di ponsel Anda. Angka itu mungkin mengejutkan.
Mulailah dengan menetapkan batas waktu. Tentukan berapa lama Anda akan scrolling setiap hari. Patuhi batas itu dengan disiplin.
Pertimbangkan untuk melakukan detoks digital. Coba tidak membuka media sosial selama satu hari penuh, atau bahkan seminggu. Rasakan perbedaannya pada suasana hati Anda.
Seleksi juga akun yang Anda ikuti. Unfollow atau mute akun yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Prioritaskan akun yang inspiratif, informatif, atau yang benar-benar Anda nikmati.
Jangan ragu untuk blokir akun yang terlalu sering memicu FOMO. Ruang digital Anda harus menjadi tempat positif. Itu bukan ajang perbandingan yang menyakitkan.
Fokus pada Hidupmu Sendiri dan Bersyukur
Media sosial seringkali mengalihkan fokus kita. Kita jadi terlalu sibuk mengintip hidup orang lain. Kita lupa pada keindahan dan potensi dalam hidup sendiri.
Cobalah untuk lebih hadir dalam momen saat ini. Nikmati secangkir kopi pagi. Hargai percakapan dengan keluarga. Fokus pada apa yang ada di hadapan Anda.
Mulai praktikkan rasa syukur. Setiap hari, tuliskan tiga hal yang Anda syukuri. Ini bisa hal kecil seperti udara segar atau senyum teman. Ini membantu menggeser perspektif Anda.
Definisikan ulang apa arti "sukses" bagi Anda. Keberhasilan tidak selalu diukur dari jumlah liburan mewah atau barang mahal. Mungkin sukses bagi Anda adalah kesehatan, keluarga harmonis, atau pencapaian kecil di pekerjaan.
Rayakan pencapaian pribadi Anda, sekecil apapun itu. Jangan menunggu pengakuan dari media sosial. Kebahagiaan sejati datang dari dalam diri.
Ingat, setiap orang memiliki jalur hidupnya sendiri. Tidak ada yang sempurna, dan tidak ada yang ketinggalan. Fokuslah membangun hidup yang benar-benar membahagiakan Anda. Hidup itu unik, seperti sidik jari Anda.
#FOMO #MediaSosial #Perbandingan
