GEJOLAKNEWS - Musim FA Cup 2025/2026 bergulir dengan dinamika baru yang menarik. Perubahan aturanEligibility pemain menjadi sorotan utama, memberikan fleksibilitas bagi klub dalam mengelola skuad mereka. Kini, pemain diizinkan membela dua klub berbeda dalam satu musim kompetisi, sebuah langkah yang sebelumnya tidak dimungkinkan. Aturan baru ini membuka kemungkinan bagi klub seperti Manchester City untuk merekrut pemain dari tim lain di tengah musim tanpa kehilangan hak mereka untuk bermain di FA Cup. Leeds United contohnya, dapat memanfaatkan kembalinya gelandang muda Charlie Crew yang sempat dipinjamkan ke Doncaster Rovers.
Perubahan Aturan dan Dampaknya
Pemain Bisa Bela Dua Klub
Perubahan signifikan ini dicetuskan oleh FA untuk memberikan kemudahan, terutama bagi pemain yang berstatus pinjaman. Sebelumnya, seorang pemain yang sudah bermain untuk satu tim di FA Cup tidak bisa lagi bermain untuk tim lain di kompetisi yang sama, meskipun ia pindah klub di tengah musim. Kini, aturan tersebut dilonggar, memungkinkan pemain untuk tampil bagi dua klub yang berbeda, atau satu klub di babak kualifikasi dan klub lain di babak utama. Ini berarti pemain pinjaman yang kembali ke klub induknya atau pemain yang baru direkrut bisa langsung beraksi.| Gambar dari Pixabay |
Potensi Keuntungan Klub Besar
Klub-klub besar seperti Manchester City dapat merasakan manfaat dari aturan ini. Jika mereka merekrut pemain dari klub lain, seperti Marc Guehi dari Crystal Palace, pemain tersebut tetap bisa bermain di FA Cup untuk klub barunya. Sebelumnya, jika Guehi bermain untuk Palace di FA Cup, ia tidak bisa lagi bermain untuk City di kompetisi yang sama. Kini, hal tersebut tidak menjadi masalah, memberikan keleluasaan strategis bagi para manajer.Kejutan dan Perjalanan Menuju Wembley
Hasil Mengejutkan Babak Awal
Kompetisi tertua di dunia sepak bola ini selalu menyajikan kejutan. Meskipun tim-tim besar mendominasi babak perempat final, seperti Manchester City, Aston Villa, dan Crystal Palace, perjalanan mereka seringkali diwarnai drama. Plymouth Argyle berhasil mengalahkan Liverpool dalam salah satu kejutan terbesar di babak keempat. Tim-tim dari kasta lebih rendah seperti Tamworth dan Kettering Town juga sempat mencuri perhatian sebelum tersingkir.Perubahan Tradisi dan Semangat Kompetisi
Musim ini juga melihat penghapusan laga ulangan untuk semua babak, sebuah perubahan dari tradisi sebelumnya demi efisiensi waktu. Final juga dijadwalkan lebih awal, seminggu sebelum akhir Liga Primer, akibat padatnya jadwal kompetisi Eropa. Namun, semangat giant-killing atau tim kuda hitam yang menjegal tim unggulan tetap membara. Pemain seperti Josh Magennis dari Exeter City memimpin daftar pencetak gol, menunjukkan bahwa persaingan tetap sengit di setiap lini.#FACup #SepakBolaInggris #LigaPrimer
